Manchester City menolak permintaan Exeter City untuk berbagi tambahan pendapatan tiket pada putaran ketiga Piala FA 2025/2026. Dibawah ini akan ada penjelasan tentang berita Manchester City menarik lainnya di MANCITY FAN.

Meski secara regulasi langkah ini sah, keputusan tersebut menimbulkan pertanyaan soal tanggung jawab klub-klub besar terhadap keberlangsungan sepak bola Inggris di level bawah. Exeter City, klub kasta ketiga, akan datang ke Etihad Stadium dengan sekitar 8.000 pendukung yang dipastikan menyaksikan laga penuh.
Mereka berharap ada dukungan simbolis dari lawan besar sebagai bentuk solidaritas dan pengakuan atas kepemilikan suporter yang menjadi model unik klub tersebut. Meski begitu, Man City tetap berpegang pada aturan standar Piala FA, di mana kedua tim masing-masing berhak atas 45 persen pendapatan tiket, sementara 10 persen sisanya menjadi milik FA. Pendapatan Exeter dari laga ini diperkirakan antara 250.000 hingga 400.000 paun, angka yang signifikan bagi klub kecil tapi relatif kecil dibandingkan skala keuangan City.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Permintaan Solidaritas Exeter
Awal pekan ini, supporters’ trust Exeter mengirimkan surat resmi kepada Man City. Mereka berharap ada alokasi tambahan dari pendapatan tiket sebagai bentuk dukungan terhadap klub milik suporter yang menghadapi tantangan finansial.
Dalam pernyataannya, Exeter menekankan dampak positif langkah itu bagi kelangsungan klub dan piramida sepak bola Inggris. Bagi mereka, sedikit kelonggaran dari klub besar akan menjadi simbol solidaritas dan perhatian terhadap ekosistem sepak bola nasional.
Namun, Man City menegaskan sikap prosedural. Klub menyatakan telah menerima permintaan tersebut, tetapi tidak akan mengubah pembagian standar. Sikap ini menekankan bahwa bagi raksasa Premier League, langkah tambahan semacam itu bukan kewajiban hukum, meski secara moral bisa dipertimbangkan.
Baca Juga: Mitoma Buktikan Kualitas Dunia Saat Brighton Hadapi Manchester City
Kondisi Exeter yang Rentan

Exeter City saat ini menghadapi situasi finansial yang sulit. Klub sudah melakukan dua gelombang pemutusan hubungan kerja musim ini, mengandalkan pinjaman 600.000 paun dari supporters’ trust, serta menanggung kerugian sekitar 100.000 paun akibat kebakaran di Stadion St James Park.
Pendapatan tambahan dari Man City akan sangat berarti bagi kelangsungan operasional Exeter. Tanpa bantuan, klub menghadapi tekanan besar untuk tetap bertahan, termasuk menjaga kompetisi tim, fasilitas, dan membiayai aktivitas pemain dan staf.
Kesulitan Exeter mencerminkan risiko bagi piramida sepak bola Inggris secara keseluruhan. Klub-klub kecil yang rentan menjadi fondasi ekosistem yang menopang kesuksesan dan keberlanjutan klub-klub besar di puncak.
Implikasi dan Persepsi Publik
Keputusan Man City menolak berbagi pendapatan tiket memicu kritik publik. Banyak pihak menilai sikap ini sah secara hukum tapi kurang empati, terutama bagi komunitas sepak bola yang menekankan solidaritas antarklub.
Di tengah isu lain seperti dugaan pelanggaran Premier League, langkah ini menjadi tolok ukur bagaimana Man City memandang peran sosial dan moralnya dalam sepak bola Inggris. Banyak pengamat menilai sedikit kelonggaran tidak akan merugikan City secara finansial, namun akan memberi dampak signifikan bagi Exeter.
Sementara itu, fans dan media terus memantau respons Man City terhadap kritik ini. Keputusan seperti ini menunjukkan tantangan klub besar dalam menyeimbangkan kepentingan bisnis dan tanggung jawab sosial, terutama saat menghadapi klub kecil yang mendukung keberlangsungan ekosistem sepak bola nasional. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita Manchester City menarik lainnya di mancityfantv.com
