Manchester City tengah menghadapi tekanan besar setelah 115 tuduhan pelanggaran peraturan finansial muncul, terkait aktivitas klub dari 2009 hingga 2018. Tuduhan ini memicu spekulasi luas, termasuk kemungkinan hukuman berat seperti degradasi ke divisi lebih rendah.

Meski begitu, pakar keuangan sepak bola, Kieran Maguire, meyakini bahwa skenario degradasi otomatis sangat kecil kemungkinannya. Ia menilai Premier League tidak memiliki wewenang untuk menurunkan klub ke League Two atau National League, karena sistem pengawasan sepak bola Inggris dibagi antara beberapa badan independen.
Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam proses peninjauan oleh komisi independen. Manchester City sendiri menyatakan menyambut baik pemeriksaan ini dan berharap seluruh bukti dapat dipertimbangkan secara adil. Laporan keuangan klub juga menegaskan bahwa proses ini masih berlangsung dan belum ada keputusan final.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Laporan Keuangan dan Peninjauan
Pada bulan Desember, Manchester City merilis laporan keuangan terbaru yang menyinggung permasalahan hukum ini. Dalam laporan tersebut, klub menekankan pentingnya transparansi dan menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan komisi independen.
Laporan itu menyebutkan bahwa Premier League telah merujuk dugaan pelanggaran City ke komisi, sesuai dengan Peraturan Premier League W.82.1 dan W.3.4. Klub menegaskan bahwa mereka yakin bukti yang ada mendukung posisi mereka dan berharap proses ini berjalan secara imparsial.
Situasi ini menunjukkan bahwa meski kontroversi berlarut-larut, klub tetap berfokus pada persiapan kompetisi dan stabilitas finansial. City ingin memastikan bahwa isu hukum tidak mengganggu performa tim di lapangan maupun manajemen klub secara keseluruhan.
Baca Juga: Xabi Alonso Masuk Radar Pengganti Pep Guardiola di Man City
Skenario Pengurangan Poin

Maguire menilai skenario paling realistis jika City terbukti bersalah adalah pengurangan poin, bukan degradasi langsung. Hal ini terkait dengan struktur sepak bola Inggris, di mana Premier League dan English Football League (EFL) beroperasi secara independen.
Menurutnya, jika hukuman pengurangan poin menjatuhkan City ke Championship, EFL tetap wajib menerima klub tersebut. Namun, Premier League tidak bisa memaksakan degradasi langsung ke League Two atau National League karena berada di luar yurisdiksi mereka.
Dengan kata lain, hukuman yang lebih mungkin adalah denda atau pengurangan poin dalam musim berjalan. Hal ini memungkinkan klub tetap berada di Premier League, sambil tetap menghadapi konsekuensi atas pelanggaran finansial yang dilakukan sebelumnya.
Fokus Klub Tetap di Lapangan
Meski menghadapi kontroversi hukum, Manchester City berupaya menjaga fokus di lapangan. Tim tetap menargetkan kemenangan di setiap kompetisi, termasuk Liga Inggris dan turnamen Eropa, tanpa terganggu oleh spekulasi luar.
Pernyataan resmi klub menunjukkan tekad mereka untuk menghadapi proses hukum dengan kepala dingin. City berharap hasil dari komisi independen bisa adil dan mencerminkan bukti yang ada, sehingga reputasi klub tetap terjaga.
Selain itu, manajemen dan staf pelatih berusaha menjaga moral pemain tetap tinggi. Mereka ingin memastikan bahwa isu di luar lapangan tidak mengganggu performa tim, dan target meraih gelar tetap menjadi prioritas utama. Nantikan terus kabar terbaru seputar Manchester City menarik lainnya hanya di mancityfantv.com.
