Menjelang kick-off laga Liverpool melawan Manchester City, Minggu lalu, Gianluigi Donnarumma mendapat aplaus hangat dari sebagian suporter The Kop. Momen ini langsung menjadi sorotan media sosial karena jarang terjadi untuk kiper tim lawan.

Donnarumma, yang direkrut City dari Paris Saint-Germain pada musim panas lalu dengan nilai transfer 26 juta paun, tampil impresif sepanjang pertandingan. Ia melakukan penyelamatan penting yang menjaga peluang City tetap hidup, termasuk saat menghadapi tekanan Liverpool.
Gol penalti Erling Haaland memastikan kemenangan 2-1 untuk Man City. Meski fokus publik biasanya pada skor, perhatian justru tertuju pada momen sebelum pertandingan saat Donnarumma mendapat sambutan dari Kop, memicu reaksi campur aduk di tribun.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Sejarah Awal Tradisi
Tradisi ini diyakini dimulai pada dekade 1960-an sebagai penghormatan terhadap Gordon Banks, kiper Timnas Inggris yang tampil gemilang di Piala Dunia 1966. Saat itu, Banks menghadapi Liverpool dan menerima sambutan hangat dari para suporter.
Ahli statistik Dave Ball menjelaskan bahwa pelatih Liverpool saat itu, Bill Shankly, sengaja mengatur agar Banks keluar lebih awal untuk mendapatkan penghormatan dari Kop. Reaksi meriah suporter kala itu membuat momen tersebut menjadi simbol rasa hormat yang berlanjut hingga kini.
Sejak saat itu, The Kop End dikenal selalu memberikan tepuk tangan kepada kiper lawan. Biasanya, penjaga gawang membalas dengan tepuk tangan, sebelum pertandingan dimulai dan sorakan normal kembali muncul sepanjang laga.
Baca Juga: Xabi Alonso Masuk Radar Pengganti Pep Guardiola di Man City
Pengalaman Kiper Terkenal

Aaron Ramsdale, mantan kiper Arsenal, pernah merasakan tradisi ini. Ia menilai suporter Liverpool selalu menunjukkan rasa hormat sebelum pertandingan dimulai, meski sorakan keras tetap datang saat laga berjalan.
Iker Casillas, ketika membela Porto di Liga Champions, juga terkesan dengan sambutan Kop. Ia menganggap momen ini istimewa dan menjadi penghargaan bagi profesionalisme kiper, terlepas dari hasil pertandingan.
Jurnalis Inggris John Keith menegaskan bahwa tradisi tepuk tangan untuk kiper lawan menjadi ciri khas Anfield. Hal ini menunjukkan identitas unik suporter Liverpool, yang tetap menghormati lawan meski suasana kompetitif sangat tinggi.
Makna dan Karakter Suporter Liverpool
Tradisi ini mencerminkan karakter The Kop yang menghargai prestasi individu, termasuk pemain lawan. Tepuk tangan sebelum pertandingan menjadi simbol fair play, sekaligus bagian dari budaya stadion Anfield yang sudah puluhan tahun terbentuk.
Bagi kiper lawan, seperti Donnarumma, Ramsdale, dan Casillas, momen ini memberikan kesan mendalam. Di tengah tekanan dan sorakan sepanjang pertandingan, penghormatan kecil ini membuat mereka merasa dihargai.
Walau pertandingan penuh rivalitas dan tensi tinggi, gestur ini menjadi pengingat bahwa sepak bola bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga rasa hormat. Tradisi ini tetap menjadi salah satu ciri khas yang membuat Anfield istimewa di mata pemain dan penggemar. Simak terus pembahasan Manchester City terupdate lainnya hanya di mancityfantv.com.
