Bulan Ramadan menjadi momen penting bagi para pemain muslim Manchester City. Mereka menyampaikan rasa syukur sekaligus menekankan makna spiritual bulan suci dalam video yang diunggah di akun Instagram resmi klub. Pemain seperti Omar Marmoush, Rayan Cherki, dan Rayan Ait-Nouri membagikan pengalaman pribadi mereka menjalani ibadah puasa dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Striker Omar Marmoush menyebut Ramadan sebagai waktu yang mempersatukan keluarga, teman, dan komunitas. “Ramadan adalah waktu yang menyatukan kita dan mendekatkan kita kepada Tuhan. Bulan ini mempersatukan semua teman dan keluarga kita,” ujarnya. Pernyataan ini mencerminkan bagaimana bulan suci memberi kedamaian dan rasa kebersamaan di dalam maupun di luar lapangan.
Menurut Cherki, Ramadan juga memperkuat iman seorang muslim. Ia menekankan pentingnya menjalani bulan suci dengan semangat berbagi, perdamaian, dan meneladani nilai-nilai Ramadan sepanjang hidup.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Pentingnya Iman dan Perilaku Baik
Rayan Ait-Nouri menyoroti aspek perilaku baik dan menjaga pola makan selama Ramadan. Ia merasa bulan puasa memberikan kebahagiaan spiritual yang membuatnya lebih dekat dengan Tuhan. “Selama Ramadan, kita berusaha berperilaku sebaik mungkin. Aku menemukan kebahagiaan yang luar biasa dalam melakukannya; hal itu memungkinkan aku untuk lebih dekat kepada Tuhan,” ujar pemain asal Aljazair tersebut.
Selain itu, Ramadan mengajarkan disiplin dan konsentrasi. Marmoush menekankan bagaimana ibadah puasa membantu fokus pada hal-hal penting, memperkuat konsentrasi, dan menjaga kesadaran spiritual selama bulan suci.
Cherki menambahkan bahwa tempat-tempat ibadah seperti masjid juga berperan penting dalam membangun semangat selama Ramadan. Ia biasa memulai hari di masjid untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan menguatkan iman.
Baca Juga: Sergio Aguero Yakin Manchester City Tetap Kuat Tanpa Guardiola
Bersyukur atas Kehidupan dan Kesehatan

Ramadan juga menjadi waktu refleksi dan rasa syukur bagi para pemain. Cherki menuturkan bahwa setiap hari bulan suci memberinya kesempatan untuk menghargai hidup dan berbagi kebahagiaan kepada orang lain. “Aku bersyukur kepada Tuhan karena mengizinkan aku menjalani hidup yang aku jalani dan aku berusaha membawa kebahagiaan sebanyak mungkin kepada orang lain,” ujarnya.
Marmoush menekankan bahwa mendekatkan diri kepada Tuhan adalah hal utama yang patut disyukuri. Ia melihat Ramadan sebagai momen untuk fokus, berdoa, dan menghargai setiap hal dalam hidup.
Ait-Nouri pun menekankan bahwa disiplin dan perhatian terhadap keseharian selama puasa membuatnya lebih bersyukur atas kesehatan dan kesempatan bermain sepak bola.
Tradisi Pemain Muslim di Manchester City
Manchester City dikenal memiliki banyak pemain muslim sepanjang sejarah, termasuk Yaya Toure, Samir Nasri, Edin Dzeko, Riyad Mahrez, dan Ilkay Gundogan. Kehadiran mereka menunjukkan keberagaman klub dan dukungan terhadap praktik keagamaan pemain.
Saat ini, skuad City dihuni oleh beberapa pemain muslim, yaitu Rayan Cherki, Omar Marmoush, Rayan Ait-Nouri, dan Abdukoir Khusanov. Kehadiran mereka terus menjaga tradisi dan semangat spiritual di klub.
Bagi para pemain tersebut, Ramadan bukan hanya soal puasa dan ibadah, tetapi juga momen refleksi diri, membangun disiplin, dan menyebarkan energi positif bagi rekan tim serta penggemar. Nantikan terus kabar terbaru seputar manchester city menarik lainnya hanya di mancityfantv.com.
